"Jangan anggap sepele peranti mur dan baut, seperti peranti lainnya, komponen ini memiliki fungsi penting. Bila diabaikan, bisa merepotkan saat service atau perbaikan. Tidak ada satu bagianpun di sepeda motor yang tidak berhubungan denga dua peranti ini. Untuk itu, butuh pula perhatian, perawatan maksimal serta cara perlakuan yang memadai".




Goresan kata diatas mungkin adalah ucapan kata biasa yang mencerminkan begitu pentingnya komponen mur dan baud.. Dua komponen yang selalu bersama dalam memperkuat sebuah rancangan alat agar sesuai yang diinginkan oleh sang pemiliknya, sebuah impian yang telah di rencanakan oleh sang pemilik yang mungkin membutuhkan banyak pengorbanan dalam merealisasikan impiannya itu..

Mur dan baud.... dimana ada baud ,disitu pasti ada mur.... realita demikian ... walaupun sekarang ini ada beberapa jenis baud yang tanpa mur... tapi yang dirasakan kurang komplit dan sebuah rancangan bangun yang hanya memakai baud, dipastikan tidak akan kuat menahan tekanan yang diberikan oleh pengaruh luar( maaf ye..bicaranya kearah teknik ni... hehehe)...

"Hidup itu bagikan sebuah roda kayu yang berputar..
Terkadang seseorang bisa saja menjadi terbawah ketika roda bumi berputar ke bawah
Sebagian yang lain bisa saja sedang menanjak terus naik tanpa terlihat puncak..."

Nah ... jika hidup itu bagaikan sebuah roda , kemudian dalam membuat roda pastilah dibutuhkan pasangan mur dan baud ini agar roda tetap kuat berputar  dalam menapaki jalan kehidupan yang penuh dengan bebatuan dan kerikil kecil cobaan hidup datang silih berganti....

lalu,  apa hubungan antara mur baud dengan hidup manusia???
setelah mengetahui betapa pentingnya keberadaan mur baud itu, senantiasa kita harus membutuhkan suatu semangat mur baud dalam membangun impian kita yang terus bersemangat dalam menjalani jalan setapak kehidupan...

Saat roda hidup berhenti sejenak, sebuah rasa bernama gundah terkadang melingkupi banyak pemikiran.
Berada dalam situasi tidak menentu, membuat semua rasa menjadi tak menentu.
Saat inilah sebuah fase ujian sebenarnya dimulai.
Banyak kita yang terengah dan tidak kuat menghadapinya.
Kekalutan menjadi sebuah alasan untuk bertindak di luar garis yang ada.
Menabrak alam pikir hingga kita menjadi tidak beraturan dan kosong.

Saat inilah kontempelasi akan makna dibutuhkan.
Menyendiri sejenak, sembari melantunkan doa pada-Nya, menjadi pilihan tepat untuk bisa menilai langkah-langkah yang sudah kita lakukan.
Hikmahnya jelas akan mendekatkan pada-Nya.
Detik ini adalah sebuah perenungan sobat, yah perenungan akan langkah-langkah yang kita lalui….
Reaksi: